Peserta di harapkan sudah berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 2D minimal 2,5jam sebelum keberangkatan untuk memulai perjalanan Ziarah menuju Cairo, Mesir.
HARI KE 02 : CAIRO (L,D)
Welcome to Cairo. kita akan memulai Ziarah ke Gereja Gantung dan Gereja Abu Serga , Tempat tinggal keluarga Kudus sewaktu mengungsi ke Mesir, kemudian Synagoga Ben Ezra tempat awal Nabi Musa di hanyutkan di sungai Nil. Bermalam di Cairo.
HARI KE 03 : CAIRO - Gunung SINAI (B,L,D)
CITY TOUR : kita akan mengunjungi GIZA PYRAMIDS dan SPHINX , salah satu dari tujuh keajaiban dunia, peninggalan Cheops, Chefren dan Mycerinus. Setelah makan siang , kita menuju terowongan Terusan Suez yang memisahkan Benua Asia dan Benua Afrika. Singgah di MARA tempat Nabi Musa mengubah air Pahit menjadi air Tawar melalui ELIM tempat 70 Pohon Kurma serta Rafidim tempat Nabi Musa mengalahkan suku Amalek , hingga kita tiba di kaki gunung Sinai untuk bermalam. HARI KE 04 : Gunung SINAI - YERUSALEM (B.L.D).
Jam 01.00 Dini hari , kita mendaki gunung Sinai untuk merenungkan 10 Perintah Allah. Setelah matahari terbit , kita kembali ke hotel untuk berkemas menuju Yerusalem. Tiba sore hari ,HARI KE 05 : YERUSALEM (B,L,D).
Pagi ini menuju QUMRAN tempat ditemukannya gulungan kitab suci, dan Jericho. selanjutnya ke LAUT MATI .Gereja St. Anna dan KOLAM BETHESDA tempat YESUS menyembuhkan orang lumpuh. serta menuju TEMBOK RATAPAN yang merupakan pusat kepercayaan bangsa YAHUDI setelah BAIT ALLAH kedua di hancurkan.
HARI KE 06 :YERUSALEM (B/L/D).
Di pagi yang indah ini kita akan membuat Fhotto kenangan di Bukit Zaitun dengan latar belakang kota Tua Yerusalem, mengunjungi Kapel Kenaikan , Tempat Yesus Naik ke Surga, GEREJA PATER NOSTER, ke Taman Getsemane tempat Yesus melewatkan saat terakhir-Nya sebelum ditangkap. Bukit Zion, Gereja St.PETER di Galicantu dimana Petrus menyangkal Yesus 3X (tigakali).
Ruang perjamuan terakhir dan makan malam di Raja Daud. Bermalam di Yerusalem.

Melalui jalan inilah Yesus di arak , diolok-olok, disiksa ,memanggul salibnya hingga wafat di bukit Golgota.
Pohon Zaitun
Hari ini kita akan meninggalkan kota Yerusalem menuju Haifa, kota pelabuhan yang sangat indah di puncak gunung karmel mengunjungi Gereja STELLA MARIS, Selanjutnya ke KANA tempat Mujizat pertama YESUS di pesta perkawinan / pernikahan mengubah air menjadi anggur. Disini diadakan upacara pembaharuan janji pernikahan. (jangan lupa membeli oleh-oleh Cana Wedding Wine).ke Nazareth tempat tinggal keluarga Yusuf, Maria dan Yesus.
HAIFA.
Kota Haifa yang cantik dan indah terletak di Teluk Laut Tengah, di kaki gunung Karmel. Inilah ibukota wilayah utara Israel dan kota terbesar ketiga di negeri ini. Haifa tidak pernah disebut dalam Kitab Suci. Untuk pertama kali namanya ditemukan dalam Talmud dari abad III Masehi, dan kiranya merupakan gabungan dua kata Ibrani, yaitu Hof Yafe, yang searti dengan teluk indah. Daerah kota Haifa sejak dulu didiami oleh orang-orang Yunani yang bekerja sebagai pedagang dan sangat mempengaruhi kebudayaan penduduk Yahudi setempat. Di abad pertengahan, di bawah kuasa Arab, Haifa berperanan cukup penting, tetapi hancur sesudah datangnya para pejuang Perang Salib pada tahun 1100. Pada waktu para pejuang itu menyerang Haifa, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa orang-orang Yahudi setempat bersatu dengan orang-orang Arab untuk melawan mereka. Pada tahun 1191 Haifa dihancurkan oleh Saladin, dan tidak punya arti hingga abad XVIII, ketika Emir Daher al-Omar mendirikan tembok tinggi sekeliling kota dan sebuah benteng di bukit di sebelah selatan kota.
HARI KE 08 : TIBERIAS (B/L/D).
Pagi ini kita menuju ke Puncak Gunung Tabor, tempat Yesus dimuliakan dengan diapit oleh Nabi Musa dan Elia.
Gunung Tabor tempat Yesus dimuliakan dan terlihat bersama nabi Musa dan Elia (Markus :2-8, Matius 17:1-8, Lukas 9:28-36). Ditempat ini tertulis 3 petunjuk bahasa sekaligus. Diantaranya bahasa Arab, bahasa Ibrani dan bahasa Yunani. Dari Gunung Tabor sangat jelas memandang lembah Armageddon (har megido).Dan ditempat ini dibuat tugu peringatan untuk nabi Elia.

Naik Perahu nelayan menyeberangi Danau Galilea menuju Kappernaum tempat Yesus mengajar dan banyak melakukan Mujizat-Nya.
Di zaman kuno, tempat yang kini dikenal sebagai Tabgha, dulu bernama Heptapegon, artinya Tujuh Mata Air. Menurut tradisi Kristen yang amat tua, wilayah di sekitar Tabgha paling disukai oleh Yesus. Gema tradisi ini dapat ditemukan dalam sebuah dokumen yang dikenal sebagai Catatan perjalanan Eteria yang berziarah ke Tanah Suci pada tahun 393-396. Eteria bercerita bahwa tidak jauh dari Kapernaum dapat dilihat tangga batu yang pernah diinjak oleh Tuhan Yesus. Di situ terdapat pula padang rumput dengan banyak pohon palem. Di dekatnya ada tujuh mata air, yang berlimpah-limpah airnya. Di padang rumput itulah Yesus mengenyangkan khalayak dengan lima roti dan dua ikan.
Cadas, tempat Tuhan menaruh roti itu, telah diubah menjadi altar. Dekat tembok gereja ada sebuah jalan; di jalan itulah Matius duduk sebagai pemungut cukai. Di bukit yang berdekatan ada sebuah gua. Di atas gua itu Tuhan menyampaikan sabda-sabda bahagia.Tabgha Tempat Yesus melipat gandakan 5 Roti dan 2 Ikan.
Sesuai dengan laporan Eteria, Yesus memang menggandakan roti dan ikan di tempat yang kini disebut Tabgha. Hal ini terbukti dari penggalian arkeologis yang dilakukan di situ. Peristiwa penggandaan roti ajaib itu dilestarikan dengan didirikannya sebuah gereja pada awal abad IV. Tetapi karena gereja pertama itu hancur akibat gempa bumi dahsyat pada tahun 419, maka pada pertengahan abad V dibangunlah gereja kedua dalam bentuk basilika. Diketahui bahwa gereja kedua itu panjangnya 30 m dan lebarnya 20 m. 
Gereja itu dihiasi dengan mosaik-mosaik yang indah hasil karya seorang seniman dari Mesir. Burung yang digambarkan pada mosaik itu melambangkan manusia, ular melambangkan setan, sedangkan burung flamingo melambangkan Kristus. Mosaik yang mengabadikan penggandaan roti ( bakul berisi roti dan ikan ), dapat disaksikan di depan altar; dibuat pada abad V atau VI. Gereja yang ada sekarang, dibangun atas fundamen konstruksi dari zaman Bizantium. Gereja ini maupun biara di sampingnya diurus oleh para biarawan OSB ( St. Benediktus ) dari Jerman. Seluruh kompleks ini dibangun berkat sumbangan umat Katolik Jerman.
Gereja Primat Petrus tempat Yesus meminta Petrus untuk menggembalakan Domba-Dombanya.
Di pinggir Danau Tiberias, tidak jauh dari Gereja Penggandaan Roti, terdapat sebuah gerja mungil namun sangat mengesankan yang terletak di atas sebuah tanjung cadas. Gereja ini milik para biarawan OFM, dan dikenal sebagai Gereja Primat Petrus atau juga sebagai Gereja Penampakan Tuhan yang Telah Bangkit. Disebut Gereja Penampakan Tuhan, sebab konon di tempat inilah Yesus yang sudah bangkit menampakkan dirinya kepada tujuh rasul yang sepanjang malam tidak berhasil menangkap ikan, namun atas perintah Yesus menangkap 153 ekor ikan. Sesudahnya Yesus mengadakan sarapan bersama para rasulnya. Kisahnya dapat dibaca dalam Injil Yohanes (21:1-14). Gereja ini disebut pula sebagai Gereja Primat Petrus, sebab sehabis sarapan, Yesus sebanyak tiga kali bertanya kepada Petrus, apakah ia mengasihinya. Setelah Petrus berkata, “Tuhan, Tuhan tahu segala-galanya, Tuhan tahu saya mencintai Tuhan” (Yoh 21:17), setelah itu Yesus mempercayakan kepadanya tugas memimpin Gereja kepada Petrus, sambil berkata, “Gembalakanlah domba-dombaKu". Kata primat adalah singkatan kata latin primatus yang searti dengan kedudukan utama / tertinggi, kekuasaan. Di dalam gereja yang mengabadikan peristiwa ini terdapat cadas di lantai yang dinamakan Mensa Christi (=meja Kristus), karena di situlah Yesus duduk makan ikan bersama para rasulNya. Gereja yang sekarang berdiri di tempat ini didirikan pada tahun 1934 di atas reruntuhan beberapa gereja sebelumnya.
Gereja Primat Petrus di Tabgha, tempat Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya setelah peristiwa kebangkitanNya. Di dalam gereja ini terdapat Mensa Christi dimana Yesus makan ikan bersama para muridNya .
Mt. of Beatitudes bukit Sabda Bahagis, Kemudian menuju Yardenit tempat Pembaptisan di sungai Yordan Israel, Yang dipercaya sebagai tempat Yesus di baptis oleh Yohanes ( Yohanes Pembaptis). Bermalam di Tiberias.
Tidak jauh dari Tiberias,di sebuah desa bernama Yardenit,sekarang penganut Kristen mengikuti upacara pembaptisan,atau peneguhan ulang bagi mereka yg sudah dibabtis.Yardenit bukanlah situs asli tempat Yohanes dulu membaptis Yesus.Lokasi aslinya dlm Injil disebut Betaraba-kini terletak di Yordania,tidak jauh dari Yeriko.Tetapi,dilokasi asli itu Sungai Yordan sudah kering dan tak berair.Yardenit kemudian dipakai sebagai baptismal site pengganti.Pasangan yg sudah menikah juga suka melakukan ulang janji digereja Santo Mateus di Kanaan,tidak jauh dari Tiberias.Dlm Injil disebutkan bahwa Yesus dewasa diajak Maria menghadiri pesta pernikahan di Kanaan.
HARI KE 09 : TIBERIAS - AMMAN - JAKARTA (B/L).Kita ditransfer ke Sheikh Hussein Bridge menyeberangi Sungai Yordan masuk ke negeri Yordania .Lalu ke GUNUNG NEBO.dimana Nabi MUSA sebelum Wafatnya diizinkan Tuhan melihat Tanah Kanaan yang diibaratkan sebagai negeri yang melimpah SUSU dan MADU seperti yang dijanjikan Allah kepada Bangsa Israel. Setelah makan siang kita ditransfer ke Queen Alia Airport untuk Check In/ terbang kembali ke Tanah Air.
HARI KE 10 : JAKARTA.
Home Sweet Home. Hari ini kita tiba di tanah air tercinta. Terima kasih atas partisipasi anda bersama MADISONTUR. Semoga Ziarah kita kali ini begitu berkesan dan membawa berkah bagi Anda dan keluarga.
Sampai jumpa di acara Tour Ziarah kami selanjutnya TERIMA KASIH...











